Konseling Individu

Konseling Individu

Dakwah yang terlintas dalam benak kita tentunya lebih kepada sebuah ajakandan sebuah usaha membawa seseorang kepada jalan kebenaran serta perubahan pada dirinya. Dakwah memiliki makna yang luas dan mempunyai kajian yang tidak bisa hanya sebatas sebuah penyampaian ceramah yang segelintir orang bayangkan, namun segala bentuk ajakan serta upaya seseorang kepada jalan kebenaran itu merupakan sebuah dakwahyang sebenarnya, begitupun dengan konseling.

Metode konseling merupakan landasan yang memberikan dan mengarahkan, karena konseling dapat diartikan sebagai suatu proses hubungan seorang dengan seorang dimana yang seorang dibantu dengan seorang lainnya untuk meningkatkan pengertian dan kemampuannya dalam menghadapi masalahnya. Metode konseling merupakan wawancara secara individual dan tatap muka antara konselor sebagai da’i dan klien sebagai mad’u untuk memecahkan masalah yang dihadapinya. Seseorang yang merasa kurang percaya diri, merasa kurang puas, kurang bermakna, merasa dikucilkan lingkungan,sedang ada konflik dengan teman dekat dan masalah-masalah lainnya, ia bisa datang ke konselor. Konselor sebagai da’i akan membantu mencari pemecahan masalahnya. Dalam pemecahan masalah ada beberapa tahapan yang dilalui masing-masing tahapan ini, dilalui bersama antara da’i dan mad’u. Untuk mencapai tujuan perlu waktu yang relatif lama tergantung dari jenis masalah. Sebagaimana terdapat pada Q.S An-Nahl (16) ayat 125. Hikmah yang dimaksud di sini adalah hikmah yang harus dimiliki para da’i berupa ilmu dan nasihat atau sesuatu yang dapat memotivasi orang lain kepada kebaikan dan memalingkan mereka dari kejahatan. Begitupun dengan konseling, konseling pada dasarnya adalah sebuah wadah untuk membantu klien atau seseorang yang tengah mengalami sebuah permasalahan, di momen itulah seorang konselor membawa klien kepada jalan yang nantinya klien sendiri yang menemukan solusi dari permasalahan yang ia alami tersebut. Karena sejatinya, konseling yang terlaksana antara kosnelor dengan klien ialah sebuah perubahan yangsangat diharapkan oleh konselor, sehingga klien menemukan kenyamanannya serta mampu mandiri menjalani berbagai aktivitas yang ia lakukan. Salah satu teknik yang ada dalam bimbingan konseling ialah konseling individu. Kita mengenal bimbingan konseling memiliki dua pembagian, ada bimbingan konseling yang berada dibawah ranah umum seperti yang ada di sekolah-sekolah dan ada juga yang berada pada ranah keagamaan, seperti konseling islam dan sebagainya. Akan tetapi, kedua bentuk tersebut tetaplah menjadi bagian dari bimbingan dan konseling yang sama-sama berfungsi dalam membantu seseorang klien dalam menghadapi permasalahan yang dialami. Begitupun ketika kita melihat tujuan yang ingin dicapai dari konseling individu da konseling Islam, keduanya sama-sama bertujuan yang sifatnya membantu klien yang bersangkutan. Makna konseling Islam yang diungkapkan oleh Tohari Musnamar adalah proses pemberian bantuan terhadap individu agar menyadari kembali eksistensinya sebagai makhluk Allah yang seharusnya hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah sehingga dapat mencapai kebahagian hidup di dunia dan di akhirat. Menurut Syaiful Akhiar Lubis menyebutkan konseling Islam adalah proses konseling yang bertujuan atau berorientasi pada tujuan pendidikan Islam, membangun kehidupan sakinah, kehidupan yang tidak hanya sekedar mencapai kemakmuran tetapi juga mencapai ketentrama hidup spiritual. Sedangkan menurut Sutoyo konseling Islam adalah upaya membantu individu belajar mengembangkan fitrah dan atau kembali kepada fitrah, dengan cara memberdayakan (enpowering) iman, akal dan kemauan yang dikaruniakan Allah SWT, kepadanya untuk mempelajari tuntunan Allah dan Rosul-Nya, agar fitrah yang ada pada individu itu berkembang dengan benar dan kokoh sesuai dengantuntunan Allah. Metode konseling dalam dakwah diperlukan mengingat banyaknya masalah yang terkait dengan keimanan dan pengalaman keagamaan yang tidak bisa diselesaikan dengan metode ceramah ataupun diskusi. Tidak sedikit masalah yang harus diselesaikan secara khusus, secara individual melalui tatap muka antara da’i dan mad’u. Dalam meraih dan mendapatkan keberhasilan dalam pengembangan dakwah, maka perlu diperhatikan sebagai berikut :

a. Diperlukan dakwah dan strategi yang jitu, sehingga perubahan yang ada akibat dakwah tidak terjadi secara frontal, tetapi bertahap sesuai fitrah manusia.

b. Dakwah Islam seharusnya dilakukan dengan menyejukkan, mencari titik persamaan bukan perbedaan, meringankan bukan mempersulit, menggembirakan bukan menakut-nakuti. Dengan mengetahui bagaimana permasalahan yang dimiliki individu maka perlu adanya pelaksanaan layanan konseling individu sebagai pendekatan yang tepat dalam dakwah untuk memecahkan suatu permasalahan yang sedang dialami individu. Aktivitas dakwah dilakukan dengan mengajak, mendorong, menyeru tanpa tekanan atau provokasi serta bukan dengan bujukan. Dengan begitu konselor dapat memberikan arahan dengan kepada individu sesuai apa yang sedang di alaminya dan mengajak kepada kebaikan, maka konselor sama artinya menjalankan proses dakwah kepada orang lain. Dari uraian ini berarti layanan konseling individu berkaitan erat dengan dakwah karena antara dakwah dan layanan konseling individu ini memiliki arah dan tujuan yang sama yaitu mengarahkan kepada kebaikan untuk membimbing dalam menyelesaikan suatu masalah.

Dalam teknik ini pemberian bantuan dilakukan dengan konseling individual yaitu dengan hubungan yang bersifat face to face relationship (hubungan empat mata) yang dilaksanakan dengan wawancara antara konselor dan konseli. Masalah yang dipecahkan melalui teknik konseling ini ialah masalah-masalah yang sifatnya pribadi. Dari beberapa model layanan bimbingan, sebagai tenaga bimbingan sudah seharusnya memiliki pengetahuan dan pemahaman psikologi yang cukup mendalam serta memiliki fleksibilitas yang tinggi dan kesabaran yang besar, sebagaimana Allah berfirman dalam QS.An-Nahl (16): 125 yang berbunyi :

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”

Dapat dipahami bahwa melalui konseling individu, dakwah bisa disalurkan kepada klien, keadaan klien yang tengah tidak stabil menjadikan sebuah peluang bagi konselor dalam memberikan sebuah perubahan pada diriklien serta mengharapkan sebuah perubahan kepada yang lebih baik.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال