Konseling Keluarga

 KONSELING KELUARGA🧑‍🧑‍🧒‍🧒

Dalam mewujudkan keluarga harmonis ada beberapa ciri yang harus dipahami, menurut Danuri  (Pujosuwarno, 1994) mengungkapkan bahwa keluarga bahagia, memiliki ciri-ciri yaitu adanya ketenangan jiwa yang dilandasi oleh ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, hubungan yang harmonis antara individu yang  satu dengan individu yang lain dalam keluarga dan masyarakat, terjamin kesehatan jasmani, rohani dan sosial, cukup sandang, pangan dan papan, adanya jaminan hukum terutama hak asasi manusia, tersedianya pelayanan pendidikan yang wajar, ada jaminan dihari tua, sehingga tidak perlu khawatir terlantar dimasa tua, tersedianya  fasilitas rekreasi yang wajar. Ada beberapa aspek lain untuk meningkatkan keharmonisan dalam keluarga yaitu kesejahteraan spiritual dan meminimalisasi konflik. Berdasarkan aspek-aspek dalam  mewujudkan keharmonisan dalam keluarga adalah dengan saling menghargai, menyayangi, perhatian komunikasi, memiliki waktu dalam keluarga, meningkatkan kesejahteraan spritual dan meminimalisir konflik.

Konseling keluarga bertujuan membantu anggota keluarga belajar dan memahami bahwa dinamika keluarga merupakan hasil pengaruh hubungan anggota keluarga. Membantu anggota keluarga agar dapat menerima kenyataan bahwa apabila salah seorang anggota keluarga memiliki permasalahan, hal itu akan berpengaruh terhadap persepsi, harapan, dan interaksi anggota keluarga lainnya. Dalam Konseling keluarga, berupaya anggota keluarga dapat tumbuh dan berkembang guna mencapai keseimbangan dan keselarasan., serta mengembangkan rasa penghargaan dari seluruh anggota keluarga terhadap anggota keluarga yang lain.

Konseling keluarga adalah proses bantuan yang diberikan oleh konselor kepada keluarga untuk memperbaiki komunikasi, menyelesaikan konflik, dan memperkuat hubungan antar anggota keluarga. Konseling ini melibatkan lebih dari satu anggota keluarga dan bertujuan membantu mereka memahami dinamika keluarga, saling mendukung, serta menciptakan suasana yang harmonis dan sehat secara emosional.

Jenis-Jenis Konseling Keluarga : Konseling Konjungsi (Conjoint Family Counseling), Konseling Konkuren (Concurrent Family Counseling), Konseling Kolaboratif (Collaborative Family Counseling),  Anggota keluarga bekerja sama dengan konselor untuk menyelesaikan masalah secara bersama-sama, Terapi Keluarga Struktural, Terapi Keluarga Strategis, Terapi Keluarga Sistemik, Terapi Keluarga Naratif, Terapi Transgenerasi.

Konseling keluarga biasanya menangani masalah seperti:

1. Konflik antar anggota keluarga

2. Komunikasi yang buruk

3. Masalah ekonomi

4. Masalah pendidikan anak

5. Masalah kesehatan

6. Masalah agama atau keyakinan

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال